Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
Beranda » Blog » Sekolah Unggulan, Unggul Dari Hati Dan Tangguh Keislamannya

Sekolah Unggulan, Unggul Dari Hati Dan Tangguh Keislamannya

Diposting pada 8 Oktober 2021 oleh admingapura / Dilihat: 284 kali / Kategori:

Sekolah Unggulan, Unggul Dari Hati Dan Tangguh Keislamannya

Buku Guru Muda di Sekolah Unggulan merupakan buku solo yang ditulis oleh Hidayat Maulana Sutisna, S.Pd yang secara tersirat mengingatkan kita semua untuk mencintai ilmu dan memajukan pendidikan di Indonesia.

Seperti kita ketahui, pendidikan di Indonesia masih berada di peringkat 55 di antara 73 pendidikan di seluruh dunia. Jika diukur dari tingkat ASEAN, maka pendidikan Indonesia masih kalah pendidikan Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Kendati demikian, kita tetap sebagai anak bangsa dan kader untuk memperjuangkan tingkat pendidikan dan bersaing dengan pendidikan kelas dunia saat ini.

Satu hal yang menarik dalam buku Guru Muda di Sekolah Unggulan adalah keislamannya masih kental layaknya sekolah berada di naungan pesantren atau madrasah pada umumnya.

Jika saya melihat sosok penulisnya, Hidayat Maulana Sutisna, beliau merupakan Kepada Sekolah SD Unggulan Nasywa Kabupaten Bandung Barat yang menceritakan proses dan mekanisme pendidikan SD Unggulan Nasywa.

Dalam benak saya muncul setelah membaca buku ini, yakni “Sekolah Unggulan, Unggul Dari Hati Dan Tangguh Keislamannya”. Artinya, sekolah ini bukan hanya unggul secara akademisi saja, melainkan juga unggul kasih sayang seorang guru dalam memberikan pemahaman agama Islam kepada anak.

“Nah, di sekolah Unggulan ini guru-gurunya keren keren. Loyalitasnya tidak perlu diragukan. Kerjanya total mencurahkan kasih sayang kepada anak didik. Itu semua tidak lepas dari Motto sekolah “Mendidik dengan Hati dan Keteladanan.” (hal 7)

Pada hakikatnya, seorang guru harus memberikan kasih sayang kepada para muridnya layaknya anak sendiri. Sebab, dalam syair anak santri, “Guru adalah orang tua kedua”. Oleh karenanya, kepintaran tidak cukup menjadi bekal melainkan ketulusan dan kasih sayang adalah dasar kecerdasan.

Sesuai dengan namanya SD Unggulan Nasywa, maka tawadhu’ atau rendah hati seorang guru kepada muridnya masih tertanam. Hal tersebut membuktikan kasih sayang guru SD Unggulan Nasywa bukan sekedar teori, melainkan praktik yang akan dikenal oleh para muridnya sepanjang masa.

“Siswa masuk disambut oleh para guru di depan sekolah. Kemudian, para siswa mengucapkan salam dan mencium tangan gurunya. Sebaliknya, guru pun menyalami tangan siswa dengan menempelkan tangan siswa ke pipi guru.” (hal 10).

Dari sini sudah jelas ketawadhu’an seorang guru tidak hanya memberikan pemahaman secara materi seperti pelajaran IPA, IPS, PPKN dan sebagainya. Namun, para guru mempraktikkan ilmu berharga yakni tawadhu’ atau rendah hati kepada siapapun baik tua maupun muda.

Selain itu, para guru SD Unggulan Nasywa dibiasakan budaya sholat Dhuha. Sholat meminta rezeki. Pada kegiatan ini, para guru memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa betapa sulitnya orang tua dalam membiayai anaknya agar menjadi anak pintar akademis dan agamanya.

Maka, salah satu cara untuk meringankan orang tua dalam mencari rezeki, yakni budaya anaknya untuk sholat Dhuha dengan harapan Allah melancarkan rezekinya seperti memberikan dari 4 penjuru angin secara tidak disangka-sangka.

“Sholat Dhuha ini mengajarkan anak anak untuk membiasakan sunah juga sebagai pembelajarab mereka. Anak anaj diberitahu, mereja sekolah atas biaya dari orang tua mereka. Shalat Dhuha menjadi pembelajaran rasa syukur dan salah satu cara mereja mendoakan oranf tua mereka. Berdoa agar rezeki yang didapatkan orang tua lancar dan berkah.” (hal 16).

Selain itu, setiap tahunnya ada wisuda Tahfidz bagi para siswa yang sudah menghafal juz 30. Juz 30 menjadi jalan untuk menghafal Al Quran. Oleh karenanya, para guru memfasilitasi para muridnya untuk berniat menghafal Al Quran dengan cara praktik langsung menghafal Al Quran dari dasar yakni juz 30.

Terakhir, yakni Wisata Edukasi. Mendengar kata wisata mungkin dibenak para guru dan murid adalah momentum yang sangat ditunggu tunggu. Wisata bisa dilakukan dengan bepergian juah misal ke kebun binatang, kolam renang dan sebagainya.

Namun berbeda dengan SD Unggulan Nasywa, sekolah ini memberikan edukasi kepada para siswa dan guru dengan mengenalkan alam sekitar dan mengenalkan asal usul serta pengetahuan yang tidak ada dalam kurikulum sekolah.

“Kunjungan ini bertujuan untuk selain berwisata menyegarkan kondisi siswa dan guru juga memberikan edukasi tentang apa yang ada dalam kegiatan tersebut. Berwisata sambil belajar, begitu ceritanya. Kali ini wisata yang dikunjungi adalah wisata perkebunan dan perternakan. Sekalian juga memperkenalkan kepada dari diri sekolah.” (Hal 52).

Secara kesimpulan, buku ini ada banyak mutiara yang tidak pernah dilakukan oleh sekolah pada umumnya. Seorang guru tidak hanya fokus pada akademisi saja, melainkan pada agama dan rohani para siswa agar menjadi anak sholeh-sholehah dan kecerdasan dunia akhirat.

Paling terakhir, saya mengajak para peserta seminar online ini untuk berdiskusi dan berdonasi lewat membeli buku Guru Muda di Sekolah Unggulan. Donasi dari pembelian buku ini akan disalurkan kepada seorang guru SD Unggulan Nasywa yang lebih membutuhkan.

Tags:

Bagikan ke

Sekolah Unggulan, Unggul Dari Hati Dan Tangguh Keislamannya

Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Sekolah Unggulan, Unggul Dari Hati Dan Tangguh Keislamannya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Muthmainnah
● online
Anggie Windya Eka Putri
● online
Muthmainnah
● online
Halo, perkenalkan saya Muthmainnah
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja